Populasi Hiu di Laut Indonesia Makin Terancam Punah

Sebagai predator teratas, hiu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Sayangnya, kebutuhan industri memangkas keseimbangan itu. Pada 2017, permintaan hiu asal Indonesia meningkat dua kali lipat dibaanding pada 2016. Berbagai regulasi yang dibuat hanya mampu melindungi dua jenis hiu: hiu paus tutul dan hiu gergaji.

Adapun sebelas jenis hiu diperbolehkan ditangkap dan seratus jenis hiu lainnya mendapat izin diekspor ke luar negeri. Tercatat, 117 jenis hiu menghuni perairan Indonesia. Angka ini mungkin semakin menurun jika regulasi perburuan hiu tidak diperluas. Tingginya permintaan hiu, khususnya bagian sirip, tak lepas dari anggapan hiu bermanfaat untuk kecantikan, keperkasaan pria, dan kesehatan.

baca juga : http://hedgehogfarms.com/distributor-genset-secara-resmi-di-bali/

Padahal, hasil penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) justru menyebutkan bahwa konsumsi hiu berdampak buruk bagi kesehatan. Posisinya sebagai predator laut teratas menyebabkan hiu memiliki tingkat merkuri dan logam berat yang paling tinggi. Dua zat tersebut dapat mengganggu kesuburan, memicu autisme, Alzheimer, hingga meningkatkan radikal bebas dalam tubuh.

Di tengah pro dan kontra, penangkapan hiu terus terjadi, termasuk di Kalibaru, Jakarta. Tumpukan hiu-hiu tak bernyawa menjadi pemandangan lumrah di sentra ikan tersebut. Siripnya disayat. Dagingnya dibekukan. Tulangnya dicari. Sang predator ulung ini pun takluk oleh predator sesungguhnya dalam rantai makanan: manusia.