Menikmati Kecantikan Alam Maluku Tenggara

Menikmati Kecantikan Alam Maluku Tenggara

Destinasi Kei kecil termasuk destinasi yang masih jarang diangkat baik di media sosial maupun televisi sebelum tahun 2015. Saat ini Kei Kecil sudah mulai terkenal karena keindahan pantai-pantainya. Salah satu faktornya adalah karena letaknya yang jauh di ujung selatan Maluku. Untuk menuju Kei Kecil sarana transportasi sebenarnya sudah banyak dengan penerbangan dari Ambon.

Ngomong-ngomong masalah penerbangan, tentunya tidak bisa terlepas dari bandara. Mengenai bandara, saya jadi teringat genset yanmar 12 kva untuk bandara yang menjadi kesukaan warga Indonesia. Mesin genset yang satu ini pada seri terbarunya hadir dengan teknologi yang lebih canggih dari seri sebelumnya.

Pabrikan Yanmar yang berada di Jepang tidak ada hentinya melakukan inovasi-inovasi yang diluar logika manusia. Mereka melakukan inovasi ini tentunya untuk lebih memuaskan konsumen serta agar produk terbarunya tidak kalah saing dengan merek genset yang lainya.

Penerbangan dari Ambon ke Langgur hanya ditempuh selama 1 jam 30 menit. Nama Langgur mungkin tak setenar Tual yang merupakan kotamadya di Kei kecil. Seperti lokasi wisata di Indonesia Timur lainnya, transportasi menjadi kendala ketika harus menjelajah secara mandiri seperti mahalnya sewa perahu/mobil untuk island hopping. Open trip akhirnya menjadi pilihan untuk menghemat biaya dan waktu selama menikmati keindahan Kei kecil.

Gua Hawang dan Pemandian Evu
Hari pertama setelah mendarat di Kei Kecil, kami baru bertemu pertama kali dengan teman perjalanan yang akan bersama-sama selama 4 hari ke depan. Ternyata teman perjalanan kami adalah teman perjalanan 3 tahun sebelumnya waktu kami explore Maratua-Derawan, jadi kami tidak perlu menyesuaikan diri karena sudah kenal sebelumnya. Siang itu kami langsung menuju spot pertama yang akan kami datangi yaitu Gua Hawang, walaupun gua tersebut tidak terlalu besar, tetapi yang menarik Gua Hawang adalah berair jernih, sehingga stalagtit dan stalagmit saling terhubung dan kelihatan di bawah air.

Saat itu banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke Gua Hawang karena bertepatan dengan libur long weekend. Berhubung kami langsung dari bandara dan tidak siap untuk langsung berenang, maka kami hanya menikmati keindahan tanpa berenang walaupun hasrat untuk ikut masuk air sungguh menggoda.

Cuaca siang itu sangat panas membakar kulit. Karena tidak tahan dengan kejernihannya, beberapa teman seperjalanan langsung masuk ke dalam air. Puas menikmati Gua Hawang kami melanjutkan perjalanan menuju ke pemandian Evu. Pemandian Evu hampir mirip dengan kolam renang super besar dengan air alami dan sangat jernih. Infonya air dari kolam Evu ini sebagai sumber air bersih masyarakat Kei kecil yang tidak pernah kering.

Catatan menariknya adalah di sekitar kolam renang yang menjadi pemandian tersebut banyak penjual berbagai jenis pisang goreng dan ternyata kalau membeli pisang goreng atau makanan di sini modelnya adalah membeli satu piring, bukan satuan. Kejadian yang dialami istri ketika mencicipi tiga jenis pisang goreng dari piring yang berbeda ternyata harus membayar 3 piring. Akhirnya makan rame rame tiga piring pisang goreng tersebut dan ternyata habis juga.