Anak Pun Bisa Terserang Stroke

Anak Pun Bisa Terserang Stroke

pascal-edu.com – Siti Salma (10) tak bisa lupa kejadian “aneh”yang dialaminya beberapa bulan lalu. Saat bangun dari tidur siang, kaki sebelah kiri tiba-tiba tak bisa digerakkan, lemas dan kesemutan. Untuk bisa berjalan ia mesti menyeret kakinya dan tertatih-tatih. Namun di sore itu ia masih bisa menyempatkan bermain dengan teman tanpa peduli kondisinya. Malam hari tiba, tangan kiri menyusul jadi lemas bahkan kebas. Di tengah malam, ia terbangun kebelet pipis tapi separuh tubuhnya bagian kiri tak bisa digerakkan. Lemas total.

Seketika ia menjerit memanggil mamanya. Karuan saja sang ibu, Bariah Ulfah (45), kaget dan panik melihat kondisi putrinya. Selain tergolek lemah, wajah Salma tampak petot dan bibirnya menyon. Ia terpaksa dibopong menuju toilet. “Aku enggak mau lumpuh, Ma,” isak Salma kala itu. Sebelum matahari terbit, Bariah melarikan Salma ke rumah sakit. Usai melewati serangkaian pemeriksaan, singkat kata Salma dinyatakan mengalami stroke. Ia pun menjalani pengobatan dan terapi yang intensif. “Salma punya semangat yang tinggi untuk sembuh, ingin bisa kembali bermain dengan temannya,” papar Bariah.

Beberapa bulan kemudian, Salma akhirnya dinyatakan sembuh. Pada anak, umumnya terjadi stroke iskemik yang disebabkan adanya kelainan bawaan. Misalnya, kelainan jantung (seperti kelainan katup jantung), kelainan darah (seperti darah lebih kental), kelainan pada sistem pembuluh darah di otak, atau aneuresma yaitu pelebaran abnormal atau penggelembungan bagian pembuluh darah karena lemahnya dinding pembuluh darah.

Harus Peka Terhadap Gejala

Gejala stroke pada anak, boleh dibilang mirip gejala yang terjadi pada orang dewasa. Terjadi kelumpuhan pada satu sisi tubuh sebagai akibat sumbatan/pecahnya pembuluh darah di otak, yang misalnya merupakan pusat sistem gerak.